Situasi keamanan di wilayah Papua Tengah kembali memanas setelah terjadinya kontak senjata sengit antara aparat TNI dan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Insiden berdarah ini meletus di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, yang mengakibatkan seorang prajurit TNI gugur di medan tugas dan dua lainnya mengalami luka-luka cukup serius.
Berdasarkan informasi resmi, bentrokan bersenjata ini melibatkan personel dari Pos Koramil (Posramil) Jila Kodim 1710/Mimika bersama Pos Satgas Pengamanan Objek Vital (Pam Obvit) Yonif 133/YS. Mereka berhadapan dengan kelompok bersenjata yang diduga kuat berafiliasi dengan Kodap III, di bawah pimpinan Pemne Kogoya. Kelompok ini dikenal kerap melakukan aksi teror dan gangguan keamanan di wilayah pegunungan Papua.
Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) XVII/Cenderawasih, Kolonel Infanteri Tri Purwanto, membenarkan terjadinya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah melakukan proses evakuasi medis bagi para korban. “Kontak tembak ini mengakibatkan tiga prajurit kita terluka, di mana salah satu di antaranya dinyatakan gugur. Saat ini, upaya evakuasi korban menuju fasilitas medis terdekat sedang berlangsung dengan pengawalan ketat,” ujar Tri Purwanto dalam keterangan resminya di Jayapura.
Pasca-insiden tersebut, aparat keamanan gabungan TNI-Polri langsung mengambil langkah taktis dengan memperketat penjagaan di sekitar Distrik Jila dan wilayah hukum Mimika secara keseluruhan. Langkah ini diambil guna mengantisipasi adanya serangan susulan atau gangguan keamanan lanjutan yang dapat mengancam keselamatan warga sipil di sekitar lokasi kejadian.
Penyelidikan mendalam kini tengah dilakukan untuk mengungkap kronologi lengkap dan pola pergerakan kelompok pimpinan Pemne Kogoya tersebut. Sinergi antara TNI dan Polri terus diperkuat guna memastikan situasi kondusif segera kembali tercipta di Papua Tengah, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat dari bayang-bayang teror KKB.

