Site icon Media KotaKita

Kisah Celina Olivia: Siswi SMKN 5 Pontianak yang Sukses Jadi Pembawa Baki Istana Merdeka

JAKARTA — Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Republik Indonesia di Istana Merdeka menyisakan cerita membanggakan bagi masyarakat Kalimantan Barat. Celina Olivia Apriani Theo, seorang pelajar berbakat dari SMK Negeri 5 Pontianak, sukses mencuri perhatian publik setelah dipercaya memegang peran krusial sebagai pembawa baki bendera Sang Saka Merah Putih pada upacara pengibaran bendera.

Tugas mulia tersebut menjadi puncak pencapaian berharga bagi Celina. Putri dari pasangan Intonius dan Anastasia ini menerima langsung bendera pusaka dari tangan Presiden RI Prabowo Subianto sebelum dikibarkan oleh tim Paskibraka Nasional. Rasa haru, bangga, dan rasa syukur tak mampu ia sembunyikan usai menjalankan tugas negara tersebut dengan sangat sempurna.

Perjuangan Panjang Lewat Seleksi Ketat

Keberhasilan Celina berdiri di halaman Istana Merdeka bukanlah hasil instan. Perjalanan panjang dan melatih kedisiplinan tinggi telah ia rintis sejak awal tahun. Proses seleksi ketat harus dilaluinya secara berjenjang, dimulai dari kelengkapan administrasi di tingkat kota hingga berbagai tes lanjutan yang menguji ketahanan fisik serta mental.

Selama proses penyaringan, Celina diuji melalui Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), Tes Intelegensi Umum (TIU), wawancara, tes minat dan bakat, psikotes, hingga ujian kesamaptaan. Berkat keunggulan dan konsistensinya, ia berhasil lolos mewakili Provinsi Kalimantan Barat dan melangkah menuju kompetisi tingkat nasional.

Di tingkat pusat, Celina berhasil menembus posisi tiga besar kandidat putri hingga akhirnya terpilih sebagai purna Paskibraka utama yang membawa baki bendera pada upacara pagi hari. Dedikasi ini tidak hanya mengharumkan nama keluarga dan sekolahnya, tetapi juga membanggakan seluruh warga Kalimantan Barat.

Pesan Inspiratif untuk Generasi Muda

Di balik pencapaiannya yang gemilang, Celina tetap membumi. Ia membagikan pesan inspiratif bagi seluruh anak muda di tanah air agar tidak pernah berhenti berkarya dan memelihara semangat kebangsaan demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.

"Semoga anak muda Indonesia tetap rendah hati, terus melahirkan karya positif, mencintai budaya, dan selalu melibatkan Tuhan dalam setiap langkah perjalanan hidup," tutur Celina. Pengalaman mengibarkan sang saka di Istana Merdeka ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan ketekunan mampu membawa generasi muda daerah bersinar di panggung nasional.

Exit mobile version