MANGGARAI TIMUR – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian memimpin langsung upacara peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81 yang berlangsung di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Kehadiran Mendagri di wilayah tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan membawa misi khusus dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penanganan pasca-bencana gempa yang melanda wilayah NTT.
Dalam upacara khidmat tersebut, Mendagri tampil khas dengan mengenakan busana adat Manggarai Timur. Perpaduan kemeja putih bersih dengan balutan kain songke, selendang leros, serta penutup kepala khas suku Rongga memancarkan kearifan lokal yang kuat. Langkah ini juga diikuti oleh sebagian besar peserta upacara yang didominasi oleh para Aparatur Sipil Negara (ASN) setempat.
Dalam amanatnya, Tito Karnavian menyampaikan rasa syukur mendalam karena bisa merayakan hari bersejarah ini bersama warga NTT, khususnya Manggarai Timur. Ia menekankan bahwa di balik musibah gempa bumi yang menimpa daerah tersebut, selalu ada hikmah mendalam yang bisa dipetik bersama.
“Setiap cobaan pasti membawa pelajaran berharga. Bencana memang menyisakan duka, namun hal ini juga menjadi jembatan yang mempertemukan kita semua di sini untuk saling menguatkan,” ujar Tito, mengutip pepatah bahasa Inggris ‘every cloud has a silver lining’.
Lebih lanjut, Mendagri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merenungkan kembali esensi yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Salah satu poin krusial adalah tanggung jawab negara dalam melindungi segenap tumpah darah Indonesia, termasuk dari ancaman bencana alam. Kehadiran jajaran menteri dan pimpinan lembaga di daerah-daerah terdampak merupakan wujud nyata bahwa pemerintah pusat hadir dan tidak tinggal diam.
Tito juga memberikan apresiasi tinggi terhadap jalannya upacara bendera yang dinilai sangat tertata rapi. Ia secara khusus menyoroti performa fisik dan disiplin para anggota Paskibraka, yang menurutnya mencerminkan keberhasilan pembangunan sumber daya manusia (SDM) di wilayah timur Indonesia.
Upacara peringatan ini turut dihadiri oleh Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Bupati Manggarai Timur Agas Andreas, serta jajaran Forkopimda setempat yang bersama-sama berkomitmen mendorong pemulihan pasca-gempa.

