Site icon Media KotaKita

Update Gempa M 7,7 NTT: Akses Jalan Reo Terbuka, Korban Jiwa Capai 48 Orang

Nusa Tenggara Timur — Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) pascagempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) kini memasuki babak baru. Tim SAR Gabungan berhasil membuka kembali jalur darat menuju wilayah Reo di Kabupaten Manggarai yang sebelumnya lumpuh total akibat tertutup material tanah longsor.

Terbukanya akses utama ini menjadi momentum krusial bagi petugas untuk mempercepat proses evakuasi serta mendistribusikan bantuan logistik ke area terdampak. Pembukaan akses darat diselesaikan oleh tim penyelamat dari Pos SAR Manggarai Barat, sehingga jangkauan penyisiran kini dapat diperluas hingga ke wilayah pelosok pemukiman warga.

Kepala Kantor SAR Maumere sekaligus Koordinator Misi SAR, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa tim bergerak cepat menyisir titik-titik kritis, terutama di dua kawasan fokus utama, yakni Kota Mbay dan wilayah Reo. Penembusan jalur ini sangat vital demi memberikan pertolongan medis secara darurat kepada warga yang membutuhkan.

Seiring meluasnya jangkauan tim evakuasi, jumlah data korban yang terverifikasi juga mengalami pembaruan. Hingga Minggu pagi, tercatat sebanyak 48 orang meninggal dunia dan 64 warga lainnya mengalami luka-luka berat maupun ringan. Pihak otoritas menyatakan bahwa angka dampaknya masih bersifat dinamis seiring verifikasi berkelanjutan bersama BPBD setempat.

Dampak guncangan gempa yang berpusat di Kabupaten Nagekeo ini juga tergolong sangat masif. Laporan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan bahwa ratusan pemukiman hancur, dengan rincian 157 unit rumah rusak berat, 41 unit rusak sedang, dan 148 unit rusak ringan. Kerusakan parah turut melanda 87 fasilitas umum, mencakup 18 unit fasilitas kesehatan, 5 tempat ibadah, serta 6 gedung perkantoran.

Menanggapi situasi darurat ini, Tim SAR Gabungan mengimbau seluruh masyarakat di NTT agar tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta selalu mematuhi instruksi petugas di lapangan dan menyaring informasi hanya dari sumber resmi pemerintah.

Exit mobile version