Bencana gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) menyita perhatian nasional. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) secara tegas mendesak pemerintah pusat maupun daerah untuk menempatkan keselamatan warga sebagai prioritas tertinggi dalam proses penanggulangan bencana ini.
Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menyampaikan keprihatinan serta rasa duka cita yang mendalam kepada seluruh korban dan masyarakat terdampak di NTT. Ia menekankan pentingnya langkah cepat dan terintegrasi dari seluruh pihak berwenang dalam menangani dampak pascabencana, khususnya dalam aspek evakuasi dan penyelamatan jiwa.
Sebagai bentuk tindakan nyata, DPR segera membangun koordinasi intensif dengan alat kelengkapan dewan (AKD) terkait, termasuk mengalokasikan peran aktif para anggota legislatif dari daerah pemilihan (dapil) NTT. Sinergi ini bertujuan untuk mempercepat penyaluran bantuan logistik, penyediaan fasilitas layanan kesehatan darurat, serta pemulihan sarana dan prasarana umum yang mengalami kerusakan.
Berdasarkan laporan awal dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bersama badan penanggulangan bencana daerah setempat, guncangan keras tersebut mengakibatkan kerusakan fisik di sejumlah titik strategis. Dinding pemukiman warga di wilayah Maumere, Manggarai Barat, hingga Labuan Bajo dilaporkan roboh. Tak hanya pemukiman, infrastruktur penting seperti Pelabuhan Maumere dan fasilitas komersial seperti Hotel Jayakarta Bajo juga ikut mengalami dampak kerusakan cukup parah.
Menghadapi situasi darurat ini, pimpinan DPR mengimbau warga NTT agar tetap tenang, waspada, dan mematuhi petunjuk teknis di lapangan. Masyarakat diharapkan hanya merujuk pada pembaruan informasi resmi yang dirilis oleh BMKG, BNPB, dan pemerintah daerah demi mengantisipasi potensi bahaya susulan serta menghindari disinformasi.

