Site icon Media KotaKita

Respons Santai PDIP Terhadap Pertemuan Sekjen Koalisi Prabowo-Gibran

Pertemuan para sekretaris jenderal (sekjen) partai koalisi pendukung pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka yang digelar menjelang peringatan HUT ke-81 RI memicu perhatian publik. Menanggapi konsolidasi politik ini, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menunjukkan respons yang santai sekaligus menegaskan posisi politik mereka yang tetap independen.

Wakil Sekretaris Jenderal PDIP, Utut Adianto, mengungkapkan bahwa pihaknya tidak merasa terganggu dengan adanya pertemuan tersebut. Menurutnya, berkumpulnya para sekjen partai koalisi merupakan hal yang sangat wajar dan merupakan bagian dari dinamika politik yang biasa terjadi. Utut menilai pertemuan itu kemungkinan besar bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait kebijakan strategis nasional, khususnya mengenai APBN dan nota keuangan negara.

Meskipun melihat hal tersebut sebagai dinamika yang wajar, Utut menegaskan bahwa PDIP akan tetap konsisten pada prinsip politiknya. Partai berlambang banteng moncong putih ini memilih bersikap proporsional, yakni memberikan dukungan pada program-program pemerintah yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus melayangkan kritik yang membangun apabila menemukan kebijakan yang tidak berpihak pada rakyat.

Di sisi lain, Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat juga tidak mempermasalahkan absennya PDIP dalam pertemuan tertutup tersebut. Djarot menegaskan bahwa sejak awal PDIP telah memantapkan diri untuk berada di luar pemerintahan. Posisi ini diambil agar PDIP dapat secara maksimal mengawal dan mengkritisi setiap kebijakan pemerintah demi menyuarakan aspirasi murni dari masyarakat bawah.

Sebagai informasi, pertemuan para sekjen parpol koalisi ini diinisiasi di rumah dinas Menteri Luar Negeri sekaligus Sekjen Partai Gerindra, Sugiono, di kawasan Widya Chandra, Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh penting tampak hadir, mulai dari sekjen Partai Golkar, PKB, Demokrat, PAN, PKS, hingga Partai NasDem. Pertemuan tersebut diklaim sebagai wadah silaturahmi untuk memperkokoh kekeluargaan dan menyelaraskan langkah koalisi setelah hampir dua tahun berjalan.

Exit mobile version