Site icon Media KotaKita

Respons Cepat Gempa NTT: Pemerintah Salurkan 27 Ton Bantuan Logistik

Pemerintah Indonesia bergerak cepat dalam menangani dampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebagai langkah konkret, sebanyak 27 ton bantuan logistik telah dikirimkan ke wilayah terdampak pada Sabtu malam. Langkah taktis ini diambil guna memastikan kebutuhan dasar para korban yang kini berada di posko pengungsian dapat segera terpenuhi secara optimal tanpa hambatan birokrasi.

Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, memantau langsung proses pengapalan bantuan logistik kloter terakhir di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Bantuan kemanusiaan tersebut diangkut menggunakan armada pesawat Hercules milik TNI Angkatan Udara yang diterbangkan dalam beberapa fase penerbangan demi mempercepat distribusi logistik ke wilayah yang paling membutuhkan bantuan darurat.

Menanggapi situasi kritis di NTT, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan jajaran menteri dan kepala lembaga tinggi negara untuk bertolak ke lokasi bencana. Rombongan pejabat tinggi yang terdiri dari Menko PMK Pratikno, Mendagri Tito Karnavian, Menteri PU Dody Hanggodo, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto, hingga Kepala Basarnas Mohammad Syafii ditugaskan untuk mengoordinasikan langkah mitigasi pascabencana secara langsung di lapangan.

Tidak hanya berfokus pada penyaluran bahan pangan dan obat-obatan, Kepala Negara juga memerintahkan pemulihan infrastruktur vital agar segera normal kembali. BUMN strategis seperti PLN, Pertamina, dan Telkom diminta bersinergi guna memulihkan jaringan listrik yang padam, menjamin ketersediaan bahan bakar minyak, serta mengembalikan akses komunikasi yang sempat terputus akibat guncangan gempa dahsyat tersebut.

Hingga saat ini, upaya penanganan darurat terus diperkuat dengan pengerahan lebih dari 3.500 personel gabungan TNI-Polri. Ribuan petugas tersebut telah tersebar di sejumlah titik terdampak, termasuk wilayah Flores, Maumere, dan Manggarai. Sinergi ini sangat krusial mengingat data korban terus diperbarui, dengan laporan sementara mencatat 48 korban jiwa dan lebih dari lima ribu warga terpaksa mengungsi akibat kerusakan bangunan yang masif.

Exit mobile version