Site icon Media KotaKita

Gempa Magnitudo 6,2 Guncang Parigi Moutong Sulteng, 1 Warga Meninggal Dunia

Guncangan hebat berkekuatan magnitudo 6,2 melanda kawasan Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, pada Minggu dini hari. Peristiwa bencana alam yang terjadi saat tengah malam ini mengejutkan warga setempat dan memicu kepanikan luar biasa ketika sebagian besar masyarakat sedang beristirahat.

Dampak dari peristiwa ini merenggut satu korban jiwa. Seorang warga bernama Wiwi Putri Thabha (29), warga Dusun II, Desa Bugis, Kecamatan Mepanga, dilaporkan meninggal dunia. Berdasarkan konfirmasi pihak berwenang, korban diduga mengalami serangan jantung mendadak akibat terkejut saat guncangan keras terjadi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Asbudianto, membenarkan kabar duka tersebut. Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD, gempa tektonik ini berpusat di koordinat 0,25 derajat Lintang Utara dan 120,22 derajat Bujur Timur, tepatnya sekitar 74 kilometer arah barat daya Parigi Moutong pada pukul 00.28 WITA.

Meskipun guncangan terasa cukup kuat hingga memicu kepanikan massal, hasil pemodelan BMKG dan BPBD memastikan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi memicu gelombang tsunami. Meski demikian, aktivitas seismik belum sepenuhnya mereda setelah tercatat adanya gempa susulan berkekuatan magnitudo 2,2 pada pukul 01.27 WITA.

Selain memakan korban jiwa, dampak fisik dari guncangan ini juga merusak sejumlah infrastruktur publik. Salah satu fasilitas publik yang terdampak cukup parah adalah Kantor Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Pertanahan (PUPRP) Kabupaten Parigi Moutong. Kerusakan terpantau terjadi pada material plafon yang roboh serta retakan signifikan pada dinding kuda-kuda bangunan.

Saat ini, Tim Reaksi Cepat (TRC) bersama Pusdalops BPBD Kabupaten Parigi Moutong dan BPBD Provinsi Sulteng masih terus bersiaga di lokasi. Petugas melakukan pendataan intensif terkait jumlah warga yang terpaksa mengungsi, menghimpun kebutuhan logistik mendesak, serta menginventarisasi kerusakan bangunan pemukiman warga secara menyeluruh.

Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun selalu waspada terhadap potensi gempa susulan serta tidak terpengaruh oleh isu atau informasi hoaks yang belum dipastikan kebenarannya oleh pihak resmi.

Exit mobile version