Site icon Media KotaKita

Dua Pos Polisi di Surabaya Dilempar Molotov, Polda Jatim Pastikan Situasi Kondusif

Aksi teror oleh orang tidak dikenal (OTK) menyasar fasilitas kepolisian di Kota Surabaya, Jawa Timur. Dua lokasi Pos Polisi Lalu Lintas, yaitu di Jalan A. Yani Margorejo dan Bundaran Waru, diduga kuat menjadi sasaran pelemparan bom molotov pada Sabtu (15/8) malam.

Meski diwarnai insiden yang mengejutkan tersebut, Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur memastikan bahwa kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Surabaya dan sekitarnya tetap terjaga kondusif. Pihak kepolisian juga langsung melakukan perkuatan personel serta pengetatan pengamanan di sejumlah titik rawan kriminalitas.

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Jules Abraham Abast, membenarkan terjadinya aksi pelemparan di dua lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa insiden ini tidak menimbulkan kerusakan skala besar maupun korban jiwa, sehingga kedua pos penjagaan tersebut tetap beroperasi secara normal untuk melayani masyarakat.

Penyelidikan Intensif dan Perburuan Pelaku

Hingga saat ini, tim penyidik dari Polrestabes Surabaya masih mengumpulkan berbagai bukti dan menggali keterangan saksi untuk mengungkap motif serta identitas pelaku. Kepolisian memilih untuk tidak berspekulasi mengenai jenis benda yang dilemparkan sebelum hasil uji laboratorium forensik keluar secara resmi.

Jules menambahkan bahwa pihak kepolisian tengah mendalami apakah aksi vandalisme ini murni sekadar keisengan atau ada tindakan terencana untuk mengusik kondusifitas wilayah Jawa Timur.

Kesaksian Saksi Mata di Lokasi Kejadian

Berdasarkan penuturan saksi mata di sekitar Pos Lantas A. Yani Margorejo, aksi nekat tersebut dilakukan oleh seorang pria tak dikenal sekitar pukul 19.30 WIB. Terduga pelaku datang mengendarai sepeda motor bebek, mengenakan pakaian gelap, dan memakai helm polos berwarna biru muda.

Pelaku menyalakan api dari atas sepeda motornya saat berada di bawah tenda pos, lalu melemparkan benda diduga bom molotov ke arah pintu depan pos penjagaan. Dentuman ledakan tidak terdengar, melainkan hanya suara pecahan kaca yang disusul kobaran api setinggi hampir satu meter. Beruntung, api segera dipadamkan oleh seorang pengendara wanita yang melintas sebelum sempat membesar.

Guna mengantisipasi kejadian serupa, Polda Jatim mengimbau seluruh elemen masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan ke layanan darurat Call Center 110 yang siap melayani 24 jam secara bebas pulsa.

Exit mobile version