Dua lembar spanduk berlatar hitam dengan tulisan berwarna merah membara terpasang mencolok di pagar sebuah rumah warga di Sorowajan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta. Pemandangan tak biasa ini langsung menyita perhatian setiap warga yang melintas. Usut punya usut, spanduk tersebut merupakan bentuk ungkapan kekecewaan dan amarah mendalam dari pemilik rumah atas kematian tragis anjing kesayangan mereka yang diberi nama John Wick.
Anjing ras Labrador berusia 5,5 tahun itu merenggang nyawa setelah diduga kuat diberi racun oleh sosok tak dikenal. Salah seorang anggota keluarga, Paschal (23), menceritakan bahwa peristiwa memilukan tersebut terjadi saat ibunya sedang menyiram tanaman di halaman rumah pada pagi hari. Tanpa diduga, anjing yang biasanya bermain di area dalam pagar tiba-tiba mengalami kejang-kejang hebat hingga akhirnya tak bernyawa hanya dalam hitungan menit.
Upaya penyelamatan yang dilakukan kedua orang tua Paschal pun berujung sia-sia lantaran racun yang masuk ke tubuh sang anjing bereaksi sangat cepat. Rasa curiga keluarga terbukti saat mereka menemukan sepotong daging ayam yang ditaburi serbuk putih misterius di dekat pintu pagar. Penelusuran melalui rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik sebelum insiden, di mana John Wick sempat menyantap potongan daging tersebut.
Dari hasil pemeriksaan CCTV lebih lanjut, terlihat seorang pengendara sepeda motor matic berwarna putih tanpa pelat nomor berhenti cukup lama di depan rumah sekitar pukul 06.30 WIB. Sosok mencurigakan berjaket hitam dan mengenakan sepatu kets itu diduga kuat telah merencanakan aksinya dengan matang. Ia melancarkan perbuatannya persis sebelum kebiasaan rutin pemilik rumah mengeluarkan anjing mereka ke halaman.
Rasa duka yang mendalam serta trauma hebat membuat keluarga sepakat meluapkan emosi mereka lewat spanduk kecaman serta poster bertuliskan peringatan bahaya di depan rumah. Foto-foto spanduk menohok itu pun mendadak viral di berbagai platform media sosial setelah diunggah oleh warga yang melintas.
Meskipun diliputi rasa kecewa dan kehilangan yang amat sangat, pihak keluarga masih membuka pintu maaf jika pelaku bersedia beritikad baik untuk datang dan mengakui perbuatannya secara hukum. Keluarga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali dan mengimbau para pemilik hewan peliharaan lainnya untuk selalu waspada terhadap ancaman bahaya di sekitar lingkungan mereka.

