Bencana alam kembali menguji wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Guncangan gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 7 memicu kepanikan luar biasa di kawasan Marapokot, Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getaran hebat yang terjadi menjelang pukul 06.00 WITA tersebut memaksa ribuan warga pesisir berhamburan menyelamatkan diri menuju kawasan dataran tinggi.
Kesaksian mencekam disampaikan oleh Samsul Bahri (43), seorang pekerja galangan kapal di Marapokot. Samsul menceritakan bahwa dirinya baru saja terbangun dari tidur ketika bumi mendadak berguncang sangat keras. Dahsyatnya guncangan tersebut bahkan membuat struktur bangunan tempat tinggalnya rusak seketika secara ekstrem.
“Rumah ada terbelah di lantai tadi. Saya lihat lantai sudah mulai terbelah, saya tidak lihat lagi, langsung lari,” ungkap Samsul mengenang momen kepanikan tersebut. Tanpa sempat membawa harta benda maupun mengecek kerusakan lebih jauh, ia memilih langsung menyelamatkan nyawanya.
Dampak dari gempa berkekuatan besar ini tidak hanya meretakkan lantai pemukiman, tetapi juga merusak infrastruktur di sepanjang jalur evakuasi. Saat berusaha menjauh dari kawasan pantai, warga disuguhkan pemandangan mencekam berupa tiang-tiang listrik yang roboh melintang di tepi jalan serta tembok-tembok bangunan yang runtuh.
Ancaman bahaya di wilayah pesisir membuat masyarakat Nagekeo bergerak cepat secara massal. Menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, warga berbondong-bondong meninggalkan garis pantai menuju area pegunungan demi menghindari potensi gelombang susulan. Samsul yang berstatus sebagai warga pendatang hanya dapat mengikuti arahan masyarakat lokal hingga tiba di lokasi pengungsian sementara di kawasan yang lebih tinggi.
Kewaspadaan tinggi dan aksi evakuasi mandiri ini menjadi langkah krusial warga pesisir dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa. Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang masih terus memantau situasi dan melakukan pendataan terkait total kerusakan akibat gempa di kawasan NTT tersebut.

