Site icon Media KotaKita

Kepanikan Gempa M7 NTT: Detik-Detik Warga Maumere hingga Selayar Mengungsi ke Dataran Tinggi

Guncangan hebat berkekuatan magnitudo 7 yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu kepanikan luar biasa di kalangan warga pesisir. Mengingat potensi tsunami yang sempat dirilis oleh BMKG, ribuan warga di berbagai daerah terdampak langsung berhamburan menyelamatkan diri menuju lokasi yang lebih tinggi, seperti bukit dan gunung.

Di Kota Maumere, Kabupaten Sikka, guncangan terasa sangat kuat dan berlangsung cukup lama. Kristo Isa Mia, salah satu warga setempat, menceritakan kepanikannya saat gempa terjadi. Demi keselamatan keluarganya, Kristo segera mengungsi ke wilayah Habi yang terletak jauh dari garis pantai. Hal senada diungkapkan Veronika, warga Maumere lainnya yang harus berjuang menyelamatkan orang tuanya yang lumpuh di tengah hiruk-pikuk warga yang berlarian ke jalan sembari membunyikan tiang listrik sebagai tanda alarm darurat.

Dampak guncangan hebat ini juga dirasakan kuat hingga ke wilayah Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan. Warga di Kecamatan Pasimarannu dan Pasilambena dengan sigap langsung mengevakuasi diri ke wilayah perbukitan. Bupati Kepulauan Selayar, Muhammad Natsir Ali, mengapresiasi kesiapsiagaan masyarakatnya. Ia menyebutkan bahwa trauma akibat bencana gempa serupa pada Desember 2021 silam justru membuat warga kini jauh lebih responsif dan tanggap dalam menghadapi potensi ancaman tsunami.

Beruntung, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kerusakan infrastruktur yang fatal maupun korban jiwa dari wilayah Selayar. Kendati demikian, pemerintah daerah setempat terus mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Langkah mitigasi mandiri yang dilakukan oleh warga secara cepat dinilai menjadi kunci penting dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa di daerah rawan gempa.

Exit mobile version