Site icon Media KotaKita

Inspiratif! Penyandang Disabilitas di Bali Sambut HUT RI dengan Lomba Ketahanan Fisik

Semarak perayaan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali. Di Denpasar, Bali, puluhan penyandang disabilitas fisik memancarkan semangat kemerdekaan dengan berpartisipasi aktif dalam berbagai perlombaan khas 17 Agustus. Kegiatan yang penuh keceriaan ini dirancang khusus bukan sekadar sebagai ajang hiburan, melainkan juga sarana terapi fisik dan ketahanan motorik bagi para peserta.

Diinisiasi oleh Yayasan Peduli Kemanusiaan (YPK) Bali, perlombaan unik ini melibatkan puluhan penerima layanan terapi. Enam cabang perlombaan menarik digelar, mulai dari lomba makan kerupuk, merangkak mengambil mainan donat, estafet bendera, hingga merangkak mengambil bendera Merah Putih. Setiap jenis lomba disesuaikan sedemikian rupa guna melatih saraf motorik, meningkatkan koordinasi tubuh, serta melatih fokus dan daya tahan fisik para penyandang disabilitas.

Koordinator Edukasi YPK Bali, Ni Wayan Wulan Aprilianti, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memiliki makna mendalam di luar selebrasi kemerdekaan. Selain membantu perkembangan motorik, momentum perayaan ini ditujukan untuk memupuk rasa kebersamaan, solidaritas, dan kepercayaan diri di antara para peserta yang terdiri dari anak-anak hingga orang dewasa.

Atmosfer kehangatan semakin terasa dengan hadirnya atribut merah putih yang dikenakan para peserta. Pita serta busana bernuansa kemerdekaan menambah warna dalam acara tersebut. Suasana kian meriah saat panitia membagikan bingkisan berupa sembako dan kado menarik untuk mengapresiasi kerja keras seluruh peserta.

Antusiasme tinggi ditunjukkan oleh para peserta, seperti Bagus Bhibil (15), yang baru pertama kali mencicipi keseruan lomba makan kerupuk. Ia menyampaikan harapannya agar Indonesia terus melangkah maju dan rakyatnya makin sejahtera. Hal senada diungkapkan Bayu Dimas (17) yang mengaku sangat terkesan dapat berpartisipasi langsung setelah sebelumnya hanya menjadi pendukung di pinggir lapangan.

Sebagai informasi, YPK Bali saat ini menaungi sekitar 237 penerima layanan gratis yang berusia mulai dari 1 tahun hingga 65 tahun. Beragam program pemulihan disediakan secara gratis, mencakup fisioterapi, kelas edukasi informal, pelatihan keterampilan melukis, hingga kegiatan seni seperti musik dan paduan suara. Melalui momentum peringatan HUT RI ini, YPK Bali terus berkomitmen mendorong kemandirian dan inklusivitas bagi para penyandang disabilitas di Pulau Dewata.

Exit mobile version