Masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) baru-baru ini digemparkan oleh beredarnya kabar burung mengenai potensi gempa bumi susulan berskala besar. Pesan berantai yang beredar masif di media sosial tersebut mengklaim bahwa gempa dahsyat akan mengguncang wilayah NTT pada tanggal 15 Agustus tepat pukul 09.00 WITA. Menanggapi keresahan publik yang makin meluas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan klarifikasi tegas bahwa narasi tersebut merupakan berita bohong alias hoaks yang tidak memiliki dasar ilmiah.
Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menegaskan bahwa hingga detik ini belum ada satu pun teknologi di dunia yang mampu memprediksi waktu, titik lokasi, serta kekuatan gempa bumi secara presisi sebelum bencana terjadi. Menurut penjelasan ilmiahnya, instrumen seismologi terkini hanya memiliki kapabilitas untuk memetakan parameter gempa, kedalaman episentrum, serta estimasi potensi tsunami beberapa detik setelah guncangan pertama terdeteksi.
Isu menyesatkan ini mencuat tak lama setelah kawasan Pulau Flores, NTT, memang sempat diguncang gempa nyata bermagnitudo 7 pada Sabtu pagi. Berdasarkan rekaman data BMKG, pusat gempa bumi berskala cukup besar tersebut berada di koordinat 8,35 Lintang Selatan dan 121,37 Bujur Timur, atau berjarak sekitar 36 kilometer arah timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 10 kilometer. Suasana kepanikan pascagempa inilah yang kemudian dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk menyebarkan prediksi palsu.
BMKG sangat menyayangkan beredarnya spekulasi liar yang justru memicu kecemasan warga di tengah upaya pemulihan. Arief mengimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi serta menyetop penyebaran informasi kebencanaan yang belum terverifikasi kebenarannya. Literasi publik terhadap bencana dinilai menjadi kunci penting agar warga terhindar dari kepanikan akibat disinformasi.
Guna memastikan keselamatan dan memperoleh pembaruan data yang valid, publik diminta untuk selalu merujuk pada informasi resmi yang dirilis BMKG. Masyarakat dapat memantau perkembangan situasi geofisika secara berkala melalui kanal resmi, seperti aplikasi mobile InfoBMKG, situs web resmi, maupun akun media sosial BMKG yang telah terverifikasi.

