Site icon Media KotaKita

Gempa M7 Flores NTT: Korban Jiwa Bertambah, Evakuasi dan Penyaluran Bantuan Dipercepat

KUPANG – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 (M7) yang mengguncang kawasan Laut Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), membawa duka mendalam. Laporan terbaru mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tektonik ini telah bertambah menjadi lima orang. Pemerintah daerah bersama aparat keamanan kini tengah bergerak cepat melakukan penanganan darurat di lokasi terdampak terdampak.

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelaskan bahwa kelima korban jiwa tersebut tersebar di dua wilayah berbeda. Dua korban dilaporkan meninggal dunia di Kabupaten Sikka, sedangkan tiga korban lainnya berada di Kabupaten Manggarai. Menurut Gubernur yang akrab disapa Melki ini, proses pendataan masih terus berjalan karena luasnya dampak kerusakan di seluruh daratan Flores.

“Laporan sementara yang kami terima mencatat lima korban jiwa. Mengingat dampak gempa ini dirasakan hampir di seluruh wilayah Flores, kami belum bisa memastikan total kerusakan secara keseluruhan,” ujar Melki dalam konferensi pers yang digelar di markas Kepolisian Daerah (Polda) NTT.

Untuk mempercepat penanganan pascabencana, tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (SAR), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dikerahkan penuh ke lapangan. Kapolda NTT, Irjen Rudi Darmoko, menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelamatkan warga dan mengevakuasi korban yang terdampak.

Selain proses evakuasi, pihak kepolisian juga berfokus pada penyaluran bantuan logistik. Irjen Rudi Darmoko menginstruksikan jajarannya untuk segera mendirikan dapur umum guna memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi. “Masyarakat tidak boleh merasa berjuang sendirian dalam menghadapi musibah ini. Seluruh jajaran kepolisian di daratan Flores wajib berada di garda terdepan untuk membantu warga,” tegas Rudi.

Kondisi di lapangan saat ini masih sangat dinamis, dengan kebutuhan bahan makanan menjadi hal yang paling mendesak bagi warga di posko pengungsian. Gempa bumi berkekuatan besar ini tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga sempat memicu peringatan dini tsunami dengan kenaikan permukaan air laut mencapai hampir 1 meter di beberapa titik pesisir Flores.

Exit mobile version