Bencana gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7 mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), memicu kepanikan warga dan menelan korban jiwa. Peristiwa geologis dengan pusat kedalaman sekitar 30 kilometer di Timur Laut Mbay-Nagekeo tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur serta insiden fatal di wilayah Maumere, Kabupaten Sikka.
Berdasarkan laporan resmi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Maumere, satu orang warga dinyatakan meninggal dunia dan dua orang lainnya menderita luka-luka. Korban tewas teridentifikasi sebagai Meliana Nenong (54), seorang perempuan yang tidak sempat menyelamatkan diri saat bangunan di area Pelabuhan Lauren Say Maumere roboh dan menimpanya.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi peristiwa tragis tersebut dalam rilis resminya. “Kami menerima informasi bahwa saat terjadi gempa, bangunan yang berada di Pelabuhan Lauren Say Maumere-Sikka rubuh dan menimpa korban hingga meninggal dunia,” jelas Fathur. Seluruh korban, baik jenazah korban tewas maupun korban luka berat dan ringan, telah dievakuasi secara cepat oleh tim medis dan relawan menuju RSUD TC Hillers Maumere untuk penanganan lebih lanjut.
Tim SAR gabungan terus dikerahkan menyisir berbagai titik terdampak di Kabupaten Sikka dan sekitarnya guna mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain yang terjebak reruntuhan. Pendataan dampak kerusakan fisik maupun korban material masih terus diinventarisasi bersama otoritas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Guncangan hebat ini sebelumnya sempat memicu diterbitkannya peringatan dini tsunami, menyusul anomali kenaikan muka air laut setinggi 0,3 meter hingga mendekati 1 meter di pesisir utara NTT. Kendati demikian, pihak berwenang telah resmi mencabut peringatan dini bahaya tsunami seiring kondisi perairan yang berangsur normal. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tetap mengimbau masyarakat untuk mewaspadai potensi gempa bumi susulan serta menghindari struktur bangunan yang mengalami keretakan parah.

