Site icon Media KotaKita

BNPB Kerahkan Helikopter Evakuasi dan Logistik Pascagempa Magnitudo 7 di NTT

JAKARTA — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengambil langkah cepat dalam menangani dampak guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Untuk menembus keterbatasan akses geografis kepulauan, satu unit helikopter darurat diterjunkan langsung demi mempercepat distribusi logistik dan proses evakuasi para korban terdampak.

Langkah respons cepat ini dipimpin langsung oleh Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto, bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno. Keduanya bertolak menuju titik terdampak di Kabupaten Nagekeo untuk memantau secara langsung penanganan bencana serta memastikan pemenuhan kebutuhan dasar warga berjalan tanpa hambatan.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa moda transportasi udara menjadi krusial dalam situasi ini. “Karakteristik wilayah NTT yang terdiri dari banyak pulau menghadirkan tantangan mobilitas tersendiri. Pengerahan helikopter sangat penting agar bantuan darurat dan penanganan medis bisa menjangkau lokasi terisolasi secara presisi dan cepat,” terangnya.

Berdasarkan pembaruan data terkini dari BNPB, gempa bumi ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di Kabupaten Sikka serta empat orang lainnya mengalami luka-luka di wilayah Sikka dan Nagekeo. BNPB sempat meluruskan informasi awal yang menyatakan dua korban jiwa, menegaskan komitmen mereka untuk menyajikan pembaruan data yang terverifikasi secara akurat dari lapangan.

Dampak guncangan hebat ini sempat membuat sekitar 2.000 warga Kabupaten Nagekeo melakukan evakuasi mandiri akibat dibunyikannya peringatan dini tsunami. Meskipun BMKG kini telah resmi mencabut peringatan tsunami tersebut karena tidak terdeteksi adanya lonjakan muka air laut yang membahayakan, kerusakan fisik tetap tak terhindarkan. Sejumlah rumah warga, gudang Bulog, fasilitas umum, hingga gedung pemerintahan dilaporkan mengalami kerusakan dari tingkat ringan hingga berat.

Hingga saat ini, kondisi di Kabupaten Nagekeo masih mengalami pemadaman aliran listrik dan kemacetan lalu lintas akibat penanganan darurat. BNPB mengimbau masyarakat setempat untuk tetap tenang namun ekstra waspada terhadap potensi gempa susulan, serta menghindari bangunan yang retak atau rawan roboh demi keselamatan jiwa.

Exit mobile version