Site icon Media KotaKita

Kebakaran Gunung Bromo Mulai Mereda, Lahan Terdampak Tembus 1.120 Hektare

Kabar baik datang dari kawasan wisata alam ternama Jawa Timur, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS). Petugas gabungan berhasil mengendalikan kobaran api yang melahap area perbukitan Gunung Bromo. Berdasarkan pemantauan terbaru, seluruh titik api kini dinyatakan padam, walau upaya pemantauan ketat masih disiagakan untuk mengantisipasi potensi munculnya percikan api susulan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno, mengonfirmasi bahwa kondisi lapangan hingga Jumat siang sudah terbebas dari kobaran api aktif. Meski demikian, tim siaga darurat tidak lantas mengendurkan pengawasan. Mereka memanfaatkan kecanggihan teknologi pesawat tanpa awak (drone) untuk menyisir seluruh area yang terdampak secara presisi.

“Titik api saat ini sudah nihil, tetapi kami masih menemukan dua titik asap tipis di lapangan. Karena itu, personil gabungan langsung bergerak melakukan pembasahan ulang dan penyisiran ketat agar tidak ada sisa bara api yang berisiko memicu kebakaran kembali,” ujar Satriyo.

Untuk memaksimalkan penanganan dari udara, sebanyak tiga unit helikopter water bombing dikerahkan. Armada udara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur tersebut memfokuskan penuangan air pada kawasan Pakis Bincil yang sempat memunculkan kepulan asap.

Kerusakan Ekosistem dan Luas Lahan Terbakar

Dampak bencana kebakaran ini terbilang cukup masif bagi kelestarian alam Bromo. Estimasi sementara menunjukkan total area hutan dan lahan yang hangus terbakar mencapai 1.120,3 hektare. Angka ini masih terus diverifikasi seiring proses pendataan ulang di lapangan.

Kebakaran hebat tersebut melahap berbagai vegetasi khas pegunungan, seperti pohon cemara gunung, mentigen, akasia, hingga semak belukar yang mengering. Beruntung, dalam musibah ini dilaporkan tidak ada korban jiwa, baik dari pihak warga lokal, wisatawan, maupun petugas penanggulangan.

Peristiwa kebakaran ini pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) sore menjelang petang. Seiring meluasnya sebaran api, pihak pengelola TNBTS secara resmi menutup total akses jalur wisata menuju Gunung Bromo demi keselamatan pengunjung sejak Sabtu (8/8) malam. Pemulihan kawasan dan evaluasi pembukaan kembali akses wisata hingga kini masih terus berproses.

Exit mobile version