Site icon Media KotaKita

Bekerja Tanpa Henti, Prabowo Ungkap Banyak Menteri Kabinet Merah Putih Tumbang dan Masuk RS

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, membeberkan fakta mengejutkan mengenai ritme kerja ekstrem yang dijalani oleh jajaran Kabinet Merah Putih. Dalam Pidato Kenegaraan pada gelaran Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Prabowo mengungkapkan bahwa sejumlah menterinya harus dilarikan ke rumah sakit akibat kelelahan parah saat menjalankan tugas negara.

Prabowo menegaskan bahwa dedikasi tinggi para pembantunya di pemerintahan membuat mereka sering kali mengabaikan kondisi fisik. Beban kerja yang sangat tinggi demi mengabdi kepada bangsa dan negara membuat beberapa pejabat tinggi negara mengalami penurunan kesehatan secara drastis.

“Demikian kerasnya menteri-menteri dan pembantu-pembantu saya bekerja, beberapa di antaranya terpaksa masuk rumah sakit. Ada yang pingsan, ada yang harus menjalani operasi, dan banyak yang mengalami kelelahan hebat,” ungkap Presiden Prabowo di hadapan para anggota dewan dan tamu undangan.

Melihat kondisi tersebut, Prabowo sempat berseloroh akan memberikan porsi waktu istirahat yang lebih memadai bagi jajarannya di sisa masa jabatan. Kendati demikian, ia menyebut para menterinya justru merespons janji tersebut dengan nada kelakar. Menurut Prabowo, dalam kalender kerja kepemimpinannya memang tidak mengenal istilah ‘tanggal merah’ demi menuntaskan seluruh amanat rakyat dengan penuh kehormatan.

Secara terpisah, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi memberikan pesan khusus kepada masyarakat terkait pidato Presiden tersebut. Ia mengimbau publik untuk menyaksikan tayangan pidato secara utuh dan tidak hanya menilai dari potongan-potongan video pendek yang beredar luas di media sosial.

Prasetyo menekankan bahwa terdapat berbagai poin penting serta kejutan strategis dalam pidato kenegaraan tersebut, termasuk dalam Penyampaian RAPBN dan Nota Keuangan. Kejutan-kejutan ini dinilai sangat krusial untuk dipahami secara menyeluruh oleh masyarakat agar tidak menimbulkan salah persepsi di publik.

Exit mobile version