LOMBOK BARAT – Sebuah insiden menegangkan menimpa Kapal Motor Penyeberangan (KMP) Putri Yasmin di perairan Selat Lombok. Kapal yang tengah berlayar dari Pelabuhan Padangbai, Bali, menuju Pelabuhan Lembar, Lombok Barat, dilaporkan mengalami kebakaran hebat di sekitar perairan Pantai Sekotong pada Rabu pagi. Berkat kesigapan tim penyelamat gabungan, sebanyak 173 penumpang berhasil dievakuasi dari kobaran api, meskipun satu orang dilaporkan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Humas Kantor SAR Mataram, I Gusti Lanang Wiswananda, mengonfirmasi bahwa seluruh korban yang berhasil dievakuasi telah terdata di Posko SAR. Proses penyelamatan berlangsung dramatis dengan melibatkan berbagai armada, mulai dari kapal milik Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kepolisian Air dan Udara (Polairud), hingga kapal pesiar (yacht) milik swasta yang kebetulan melintas di area kejadian.
“Total korban yang terkonfirmasi berhasil dievakuasi ke posko darurat mencapai 173 orang,” ujar Lanang saat memberikan keterangan resmi. Berdasarkan data yang dihimpun, proses evakuasi dilakukan secara bertahap menggunakan beberapa kapal penyelamat, di antaranya KN SAR 220 Mataram yang mengangkut 59 orang (termasuk satu warga negara asing asal Australia), Portlink II membawa 35 orang, dan KAL Lembar menyelamatkan 18 penumpang.
Selain kapal dinas, aksi kemanusiaan juga ditunjukkan oleh kru Yacht ‘No Comment’ yang sukses menyelamatkan 58 korban, serta Yacht ‘Steelhere’ yang mengevakuasi tiga orang. Sayangnya, dari tiga penumpang yang berada di Yacht ‘Steelhere’, satu di antaranya dinyatakan telah meninggal dunia.
Sementara itu, sebagian dari penumpang yang selamat langsung dilarikan ke Pelabuhan Padangbai, Kabupaten Karangasem, Bali. Kapolsek Kawasan Pelabuhan Padangbai, Kompol I Wayan Gede Wirya, menyebutkan ada 35 orang yang tiba di Bali, terdiri dari 30 orang dewasa dan 5 anak-anak. Seluruh penumpang dalam kondisi fisik yang sehat dan telah dipulangkan ke kediaman masing-masing. Adapun sebagian besar korban lainnya dievakuasi ke Pelabuhan Lembar di Lombok.
Kronologi kejadian bermula ketika Nakhoda Rescue Boat (RB) 220 Mataram, Nurdin, melihat kepulan asap dan melaporkan kebakaran KMP Putri Yasmin sekitar pukul 04.39 WITA. Lokasi kebakaran terpantau berada di perairan Sekotong, sekitar 16,84 mil laut dari posisi kapal rescue. Investigasi mendalam mengenai penyebab pasti kebakaran hingga kini masih terus dilakukan oleh pihak berwenang.
