Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus mempererat sinergi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) demi mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menekankan pentingnya peran strategis OJK dalam memperluas akses pembiayaan serta memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai pilar utama ekonomi Jakarta.
Pernyataan tersebut disampaikan Pramono di hadapan 45 Calon Kepala Kantor OJK (PCKO) Angkatan III Tahun 2026 yang tengah melakukan kunjungan kelembagaan (institutional visit) di Balai Kota Jakarta. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para calon pemimpin masa depan OJK untuk menyusun kebijakan keuangan yang selaras dengan arah pembangunan prioritas di daerah masing-masing.
Sinergi Strategis Demi Kemajuan Ekonomi Lokal
Menurut Pramono, kolaborasi yang solid antara pemerintah daerah dan regulator keuangan sangat krusial dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. Tantangan masa depan menuntut adanya penetrasi literasi keuangan yang lebih masif hingga ke lapisan masyarakat paling bawah. Selain itu, digitalisasi layanan publik dan perlindungan konsumen yang ketat menjadi kunci utama untuk menjaga kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan tradisional maupun digital.
Pramono juga memaparkan bagaimana Pemprov DKI bertransformasi melalui digitalisasi layanan publik demi efisiensi birokrasi. Ia berharap OJK dapat terus mendukung ekosistem digital ini agar akses permodalan bagi pelaku usaha kecil menjadi lebih cepat, aman, dan terhindar dari jeratan pinjaman ilegal.
“Kami berharap sinergi yang telah terjalin baik ini terus terjaga. Momentum ini sangat tepat bagi calon pemimpin OJK untuk memahami langsung bagaimana dinamika tata kelola pemerintahan daerah bekerja, mulai dari perencanaan hingga integrasi ekosistem digital,” ujar Pramono.
Jakarta Sebagai Barometer Keuangan Daerah
Kepala OJK Institute, Kristianto Puji Rahayu, menjelaskan alasan utama pemilihan Jakarta sebagai lokasi kunjungan lapangan ini. DKI Jakarta dinilai memiliki rekam jejak yang luar biasa dalam pengembangan ekonomi daerah melalui program Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).
“DKI Jakarta memiliki banyak sekali inovasi program yang layak dicontoh oleh wilayah lain. Lewat diskusi interaktif dengan Gubernur, para peserta mendapatkan wawasan kepemimpinan yang berharga serta pemikiran kreatif (creative thinking) untuk memajukan daerah asal mereka nantinya,” tutur Kristianto.
Sebagai informasi, 45 peserta PCKO Angkatan III ini terdiri dari 33 pria dan 12 wanita pilihan yang berasal dari berbagai kantor pusat maupun daerah OJK. Mereka dipersiapkan untuk memimpin berbagai kantor cabang OJK di seluruh wilayah Indonesia guna memastikan stabilitas keuangan nasional dari tingkat regional secara berkelanjutan.

