Site icon Media KotaKita

Misteri Kematian Sutrimo: Polisi Bongkar Makam Eks Penjaga Rumah Febrie Adriansyah

Penyelidikan atas kematian misterius Sutrimo, pria yang sempat dikaitkan dengan mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah, memasuki babak baru. Guna menguak tabir teka-teki kematian yang dinilai janggal tersebut, Ditreskrimum Polda Metro Jaya mengambil langkah hukum penting dengan melakukan proses ekshumasi atau pembongkaran makam di Desa Wlahar, Banyumas, Jawa Tengah.

Sebelumnya, Sutrimo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tidak wajar dengan mulut berbusa di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Kuasa hukum keluarga korban, Aan Rohaeni, yang hadir langsung dalam proses pembongkaran makam tersebut, membeberkan kondisi jenazah kliennya. Menurutnya, jasad Sutrimo masih dalam kondisi utuh dan relatif baik saat diangkat dari liang lahat.

“Saya sempat melihat langsung kondisi jenazahnya, masih utuh dan cukup baik. Hanya saja, ada sedikit pembesaran di bagian perut,” ungkap Aan kepada awak media. Pihak keluarga sendiri memutuskan memberikan izin ekshumasi demi mengakhiri berbagai spekulasi dan informasi simpang siur yang berkembang liar di tengah masyarakat terkait penyebab kematian Sutrimo.

Proses autopsi ini melibatkan tim forensik gabungan dari berbagai keahlian, mulai dari kedokteran forensik medikolegal, laboratorium forensik, ahli DNA, toksikologi, hingga histopatologi anatomi. Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh mencakup pemeriksaan luar dan dalam jasad.

Brigjen Pol Dr. dr. Sumy Hastry Purwanti dari Pusdokkes Polri menyatakan bahwa kesimpulan akhir belum bisa ditarik hanya dari pemeriksaan awal. Pihak kepolisian masih menunggu hasil uji laboratorium sampel organ yang diperkirakan memakan waktu dua hingga tiga pekan mendatang.

Di sisi lain, tim kuasa hukum Febrie Adriansyah memberikan klarifikasi tegas mengenai status hubungan almarhum dengan kliennya. Firman Wijaya mendesak publik agar tidak mengaitkan kematian Sutrimo dengan kasus hukum yang tengah ditangani Kejagung. Ia juga meluruskan status Sutrimo yang santer disebut sebagai Kepala Rumah Tangga (Karumga) pribadi Febrie.

“Almarhum bukan Karumga, melainkan bertugas menjaga rumah kosong dan tinggal di sana. Almarhum juga sudah lama mengidap penyakit dan rutin menjalani pengobatan,” tegas Firman. Senada dengan itu, Febri Diansyah meminta semua pihak menghormati proses penyidikan ilmiah yang tengah berjalan dan menghindari spekulasi liar tak berdasar.

Exit mobile version