Aksi nekat dilakukan oleh seorang mahasiswa di Makassar berinisial EE (23). Demi menuruti hasrat gaya hidup mewah atau hedonisme, ia tega merekayasa penculikan dirinya sendiri dan memeras orang tuanya hingga puluhan juta rupiah. Skenario drama penculikan ini pun berakhir di tangan aparat kepolisian setelah kedoknya berhasil dibongkar.
Kasus ini bermula saat orang tua EE panik karena kehilangan kontak dengan sang anak. Kepanikan tersebut memuncak setelah mereka menerima pesan singkat bernada ancaman dari nomor tak dikenal. Pesan tersebut mengklaim bahwa EE tengah disekap akibat masalah utang piutang sebesar Rp90 juta. Bahkan, sang pengirim pesan mengancam akan menghabisi nyawa EE jika uang tebusan tersebut tidak segera disiapkan.
Merasa nyawa anaknya terancam, orang tua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Makassar. Menindaklanjuti laporan darurat ini, Unit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar segera melakukan penyelidikan intensif guna melacak keberadaan korban dan pelaku penyekapan.
Namun, setelah melakukan penelusuran mendalam, polisi menemukan banyak kejanggalan. Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Sangkala, mengungkapkan bahwa hasil penyelidikan di lapangan menunjukkan sama sekali tidak ada unsur penyekapan maupun penculikan.
“Setelah dilakukan pendalaman, kami menemukan fakta mengejutkan bahwa pelaku pengancaman tersebut tidak lain adalah EE sendiri. Ia sengaja menyusun sandiwara ini untuk memeras orang tuanya demi mendapatkan uang,” jelas AKP Sangkala.
Berdasarkan hasil pemeriksaan interogatif, EE akhirnya mengakui motif di balik aksi gilanya tersebut. Mahasiswa ini mengaku terdesak oleh kebutuhan gaya hidup tinggi yang tidak mampu ia penuhi secara wajar. Skenario penculikan fiktif ini dinilai sebagai cara instan paling mudah untuk menguras harta orang tuanya.
Kini, mahasiswa yang semestinya fokus menuntut ilmu tersebut harus mendekam di sel tahanan Polrestabes Makassar untuk menjalani pemeriksaan hukum lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat keras akan dampak buruk pergaulan dan gaya hidup hedonistik yang tidak terkontrol di kalangan generasi muda.

