Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya memberikan apresiasi nyata kepada pemerintah daerah (Pemda) yang mampu menunjukkan kinerja unggul dan inovatif. Langkah ini diambil sebagai penyeimbang atas berbagai tuntutan dan arahan pengawasan yang terus dibebankan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada jajaran pemerintah daerah di seluruh Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Tito saat membuka ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Sumatra yang berlangsung di Kota Batam, Kepulauan Riau. Menurutnya, pembinaan yang ideal tidak hanya berfokus pada pengawasan intensif atau instruksi penekanan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi, melainkan harus diimbangi dengan pemberian reward atau penghargaan atas pencapaian konkret yang telah diraih.
Rangkaian penghargaan ini dirancang untuk mencakup enam wilayah regional di Indonesia, yaitu Sumatra, Kalimantan, Maluku-Nusa Tenggara, Jawa-Bali, Sulawesi, hingga Papua. Pada gelombang kedua di Regional Sumatra, terdapat empat fokus utama penilaian yang disorot, antara lain:
- Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan: Diraih oleh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Sumatera Selatan di tingkat provinsi, serta beberapa daerah seperti Kabupaten Bangka Barat, Belitung, Bintan, Kota Pariaman, Padang Panjang, dan Pangkalpinang.
- Implementasi Program 3 Juta Rumah: Dimenangkan oleh Provinsi Sumatera Utara dan Jambi, disusul Kabupaten Deli Serdang, Kerinci, Way Kanan, serta Kota Bandar Lampung, Pekanbaru, dan Batam.
- Pengelolaan Sampah dan Lingkungan ASRI: Dipimpin oleh Provinsi Sumatera Barat dan Kepulauan Riau, bersama Kabupaten Samosir, Lampung Selatan, Bintan, serta Kota Sabang, Padang, dan Jambi.
- Akses Penduduk ke Layanan Pendidikan: Diberikan kepada Provinsi Aceh dan Lampung, beserta Kabupaten Simeulue, Tanah Datar, Nias Utara, dan Kota Sawahlunto, Sungai Penuh, hingga Banda Aceh.
Ajang ini merupakan kelanjutan dari Batch I yang sebelumnya memfokuskan penilaian pada sektor penurunan pengangguran, skema pembiayaan kreatif, pengendalian inflasi, serta percepatan penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Kemendagri berharap penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi wilayah lain untuk terus melakukan perbaikan dan reformasi birokrasi di daerahnya masing-masing.
Bagi daerah yang belum berhasil membawa pulang penghargaan, Tito mengimbau agar tidak berkecil hati. Kemendagri memastikan masih ada putaran berikutnya yang dapat dimanfaatkan oleh jajaran Pemda untuk membenahi pelayanan publik dan mengejar ketertinggalan kinerja pada masa mendatang.

