Site icon Media KotaKita

Kementan Gandeng Unesa Garap 56 Hektare Lahan Demi Kejar Swasembada Kedelai

Surabaya — Langkah konkret dalam mempercepat ketercapaian swasembada pangan nasional kembali direalisasikan. Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia secara resmi menjalin kolaborasi strategis bersama Universitas Negeri Surabaya (Unesa) untuk mengembangkan benih kedelai berkualitas unggul. Kerja sama ini memanfaatkan potensi lahan produktif seluas 56 hektare yang diproyeksikan menjadi pusat riset dan budidaya kedelai nasional.

Inisiatif besar ini lahir sebagai respons atas arahan Presiden Republik Indonesia yang menargetkan peningkatan produksi komoditas lokal secara masif. Melalui integrasi antara riset akademis dan kebijakan pemerintah, proyek ini diharapkan mampu menekan ketergantungan Indonesia terhadap impor kedelai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dalam negeri.

Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, mengungkapkan bahwa sinergi ini mencakup spektrum yang luas, mulai dari pengembangan riset mutakhir, penyediaan dukungan sarana dan prasarana produksi, hingga penerapan teknologi pertanian modern. “Kolaborasi ini merupakan pijakan nyata untuk mengakselerasi swasembada kedelai. Kami tidak hanya memfokuskan pada hasil panen, tetapi juga membangun ekosistem riset benih unggul yang berkelanjutan,” ujar Mentan Amran.

Dalam pelaksanaannya, Kementan menggandeng Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Unesa secara penuh untuk mengelola kawasan riset tersebut. Kerja sama ini dirancang agar mampu menghasilkan varietas benih kedelai bermutu tinggi yang lebih tahan terhadap perubahan iklim ekstrem serta memiliki tingkat produktivitas jauh lebih tinggi dibanding varietas konvensional.

Tak hanya berfokus pada hasil laboratorium dan lahan, program ini juga mengusung konsep pembelajaran berbasis pengalaman (experiential learning) bagi para mahasiswa. Mahasiswa Unesa akan dilibatkan langsung dalam setiap tahapan budidaya dan pengembangan teknologi pertanian, sehingga dapat memberikan kontribusi nyata bagi transformasi sektor agribisnis Indonesia.

Melalui penggabungan kepakaran akademis Unesa dan komitmen penuh dari Kementan, langkah ini menjadi angin segar bagi sektor pertanian nasional. Penguatan benih lokal unggul diprediksi membawa dampak positif jangka panjang, baik dalam meningkatkan kesejahteraan para petani maupun menjaga stabilitas harga pangan berbasis kedelai di Tanah Air.

Exit mobile version