Site icon Media KotaKita

Update Kebakaran Bromo: Titik Api Menyusut Drastis, Pemadaman Dipercepat

Pasuruan — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menerjang kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menunjukkan perkembangan signifikan. Upaya masif dari tim gabungan berhasil menekan jumlah titik api secara drastis, dari yang semula mencapai 34 titik kini tersisa dua titik api saja.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno, meninjau langsung lokasi terdampak untuk memastikan operasi penanggulangan berjalan optimal. Ia menegaskan bahwa dua titik api tersisa yang berlokasi di kawasan Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan, menjadi prioritas utama pemadaman saat ini.

“Saat ini tersisa dua titik api yang masih terpantau. Pemerintah berkomitmen penuh untuk memadamkan sisa api tersebut secepat-cepatnya sekaligus mengantisipasi munculnya titik api baru di area rawan,” ujar Pratikno saat memberikan keterangan di lokasi kejadian.

Atensi Khusus dari Presiden Prabowo Subianto

Penanganan bencana karhutla di salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia ini mendapat perhatian sangat serius dari Presiden Prabowo Subianto. Presiden telah menginstruksikan seluruh pihak terkait untuk mengerahkan strategi pemadaman yang paling efektif dan efisien demi mempercepat pemulihan kawasan TNBTS.

Sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah terus diperkuat di lapangan. Pemadaman tidak hanya mengandalkan jalur darat, tetapi juga mengerahkan armada udara untuk menjangkau medan yang sulit diakses.

Guna menundukkan si jago merah, operasi ini melibatkan tiga unit helikopter pemadam, satu unit drone pemantau wilayah, delapan unit mobil pemadam kebakaran, serta ratusan personel dari berbagai unsur tim gabungan.

Dampak Kebakaran dan Penutupan Akses Wisata

Insiden kebakaran di kawasan Bromo pertama kali terdeteksi pada Senin (3/8) sore. Titik api yang dengan cepat meluas akibat cuaca kering dan tiupan angin telah melahap sekitar 899 hektare lahan hingga Selasa (11/8).

Demi menjamin keselamatan publik dan mempermudah mobilisasi tim pemadam, pihak pengelola TNBTS mengambil langkah tegas dengan menutup sementara seluruh akses wisata ke kawasan Gunung Bromo sejak Sabtu (8/8) malam. Penutupan ini akan berlangsung sampai situasi dinyatakan benar-benar aman dan kondusif.

Exit mobile version