Site icon Media KotaKita

Tantangan Hafalan Al-Qur’an Berhadiah Miras di Konser Musik Berbuntut Laporan ke Bareskrim

Aksi kontroversial yang mengombinasikan tantangan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dengan imbalan minuman keras (miras) di arena festival musik The Sounds Project kini berbuntut panjang. Berbagai pihak mengutuk keras kejadian tersebut hingga berujung pada pelaporan resmi ke Markas Besar Bareskrim Polri.

Langkah hukum ini digulirkan oleh rombongan advokat yang tergabung dalam Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI). Ketua ALMI, Zainul Arifin, menegaskan bahwa tindakan tersebut melampaui batas norma hiburan dan disinyalir kuat telah masuk dalam ranah penistaan agama yang mencederai perasaan umat Muslim.

“Hal ini jelas bukan persoalan remeh. Majelis Ulama Indonesia (MUI) beserta elemen masyarakat dari berbagai lintas agama turut mengecam keras. Kami meminta pihak kepolisian mengusut tuntas hingga ke akar-akarnya,” ujar Zainul saat memberikan keterangan kepada media.

ALMI mendesak penyidik Bareskrim Polri untuk menginterogasi seluruh pihak yang terlibat secara menyeluruh, mulai dari penyelenggara acara (Event Organizer), pembawa acara (MC), hingga pemilik merek minuman beralkohol yang membuka gerai di lokasi kejadian. Pihaknya meyakini ada kelalaian fatal serta tanggung jawab sistematis yang harus diusut secara profesional.

Kegaduhan ini bermula dari unggahan video yang viral di platform media sosial. Dalam tayangan tersebut, seorang pengunjung wanita terlihat fasih melantunkan Surah Ad-Dhuha hingga selesai di sebuah stan produk miras. Begitu hafalan selesai, sorak-sorai dari area gerai pecah, disusul penawaran produk minuman beralkohol sebagai hadiah atas keberhasilan tantangan tersebut.

Menanggapi polemik yang kian membesar, sosok MC bernama Ega memberikan klarifikasi resmi dan menyampaikan permohonan maaf terbuka melalui akun media sosial miliknya. Ia mengakui adanya kelalaian dalam mengendalikan mikrofon saat jeda acara, sehingga aksi spontanitas dari pengunjung yang menginisiasi tantangan tersebut lepas dari kontrolnya.

Di sisi lain, manajemen The Sounds Project menegaskan sikap tegas dengan mengutuk keras insiden di stan sponsor Newport tersebut. Penyelenggara menyatakan bahwa aksi yang menjadikan simbol dan ayat suci agama sebagai materi promosi atau tantangan adalah hal yang tidak bisa ditoleransi, serta berada penuh di luar arahan maupun persetujuan resmi panitia.

Exit mobile version