Site icon Media KotaKita

Klarifikasi Camat Rancabungur Bogor Terkait Viral Video Tukang Cukur Minta Maaf soal Bendera

BOGOR – Media sosial baru-baru ini dihebohkan oleh rekaman video seorang tukang cukur di Kecamatan Rancabungur, Kabupaten Bogor, yang menyampaikan permohonan maaf sambil memegang bendera Merah Putih. Video tersebut memicu polemik publik karena muncul dugaan adanya unsur intimidasi dan paksaan dari pihak berwenang setempat. Menanggapi isu liar tersebut, Camat Rancabungur, Dita Aprilia, akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara.

Dita secara tegas membantah tudingan bahwa pihak kecamatan memaksa sang tukang cukur untuk membuat video klarifikasi tersebut. Menurut penjelasannya, kedatangan tukang cukur ke kantor kecamatan pada malam hari murni didampingi oleh pengurus RT dan RW setempat. Pertemuan tersebut digagas untuk meredakan situasi serta menyelesaikan kesalahpahaman agar tidak berlarut-larut di tengah masyarakat.

Terkait pembuatan video permintaan maaf yang beredar luas di platform digital, Dita mengaku sama sekali tidak mengetahuinya sejak awal. Berdasarkan penelusuran internal, video tersebut diambil secara spontan di dalam ruangan Satpol PP Kecamatan Rancabungur tanpa persetujuan resmi dari pimpinan kecamatan.

“Saya sudah mengonfirmasi ke jajaran kami, dan dipastikan tidak ada intervensi sama sekali. Kami bahkan sangat menyayangkan penggunaan fasilitas pelayanan kecamatan untuk perekaman video tersebut tanpa sepengetahuan kami,” ujar Dita.

Lebih lanjut, Dita meluruskan identitas pria bersuara tinggi yang mencecar sang tukang cukur dalam video awal yang memicu perdebatan. Ia memastikan bahwa pria tersebut bukanlah pegawai maupun staf dari Kantor Kecamatan Rancabungur, melainkan seorang rekan media yang saat itu kebetulan ikut membantu mensosialisasikan gerakan pengibaran bendera Merah Putih kepada warga sekitar.

Ketegangan bermula saat rombongan kecamatan memberikan imbauan persuasif kepada para pelaku usaha setempat. Namun, respons dari sang tukang cukur dinilai kurang tepat karena melontarkan kalimat skeptis terkait status kemerdekaan Indonesia. Ucapan tersebut menyulut emosi spontan dari rekan media di lokasi, sebelum akhirnya dilerai oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Rancabungur yang langsung mengamankan situasi.

Pihak Kecamatan Rancabungur menegaskan bahwa gerakan pembagian dan imbauan pemasangan bendera Merah Putih selama ini selalu mengedepankan pendekatan humanis, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan, tanpa ada unsur pemaksaan.

Exit mobile version