Site icon Media KotaKita

Kasus Viral Tantangan Al-Qur’an Berhadiah Miras, Polisi Bidik Pasal 300 KUHP

Polda Metro Jaya tengah bergerak cepat mengusut tuntas kasus kontroversial yang terjadi di festival musik “The Sounds Project” di Ecopark, Ancol, Jakarta Utara. Kasus yang memicu kemarahan publik ini melibatkan sebuah tantangan membaca Al-Qur’an demi mendapatkan minuman keras (miras). Saat ini, pihak kepolisian sedang mendalami potensi pelanggaran pidana dengan menggunakan Pasal 300 KUHP Baru tentang ujaran kebencian atau permusuhan berbasis agama.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya, Kombes Iman Imanuddin, menegaskan bahwa penerapan pasal tersebut sangat memungkinkan. Kendati demikian, polisi masih harus menyinkronkan temuan di lapangan dengan hasil pemeriksaan para saksi serta alat bukti yang dikumpulkan oleh tim penyidik. Langkah hukum tegas ini diambil guna menjaga keadilan di tengah masyarakat. Iman menegaskan bahwa kepolisian akan bersikap sangat proaktif dan objektif tanpa harus menunggu adanya tekanan dari pihak luar.

Hingga saat ini, aparat kepolisian dari Polda Metro Jaya berkoordinasi dengan Polsek Pademangan telah melakukan penyelidikan intensif di area Ecopark, Ancol. Polisi telah melakukan pemeriksaan maraton terhadap sejumlah pihak terkait, termasuk manajemen penyelenggara festival, pemilik merek minuman beralkohol yang membuka gerai di lokasi, hingga beberapa pengunjung yang menyaksikan langsung peristiwa tersebut. Tak hanya itu, penyidik juga berhasil mengantongi identitas pengunjung yang diduga kuat sebagai inisiator tantangan spontan tersebut untuk segera diamankan guna pemeriksaan mendalam.

Peristiwa ini bermula ketika sebuah video amatir menjadi viral di media sosial. Video tersebut memperlihatkan suasana di area promosi merek miras Newport, di mana seorang pengunjung mengambil alih mikrofon dan menawarkan tantangan membaca Surah Ad-Duha dengan imbalan sebotol minuman beralkohol. Aksi provokatif ini pun langsung memicu kecaman keras dari berbagai pihak karena dinilai melecehkan kesucian kitab suci.

Merespons kegaduhan ini, pihak penyelenggara “The Sounds Project” melayangkan kecaman keras dan menyatakan tidak pernah mendukung aktivitas promosi yang menyangkutpautkan unsur agama. Nada penyesalan serupa juga disampaikan oleh pihak Newport dan pembawa acara (MC) yang bertugas malam itu. Mereka mengklarifikasi bahwa insiden tersebut murni merupakan aksi spontan dari salah satu pengunjung dan bukan merupakan bagian dari konsep promosi resmi perusahaan.

Exit mobile version