Site icon Media KotaKita

Kebakaran Hutan Gunung Andong Magelang Hanguskan 3,67 Hektare Lahan, Petugas Berjuang 4 Jam

MAGELANG — Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan pegunungan di Jawa Tengah. Kali ini, si jago merah mengamuk dan melahap setidaknya 3,67 hektare kawasan hutan di lereng Gunung Andong, Kabupaten Magelang. Insiden ini sempat memicu kekhawatiran warga sekitar sebelum akhirnya berhasil dikendalikan oleh tim gabungan.

Peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB. Warga yang berada di kawasan Dusun Temu Kidul melihat kepulan asap tebal membumbung tinggi dari arah puncak Gunung Andong. Menanggapi laporan tersebut, tim relawan bersama pengelola basecamp, Masyarakat Peduli Api (MPA), Perhutani, serta personel Polsek dan Koramil setempat langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian.

Proses pemadaman berlangsung penuh perjuangan. Pengelola Basecamp Pendaki Gunung Andong via Temu Kidul, Sururi, mengungkapkan bahwa titik api tidak berada di jalur pendakian umum, melainkan di area terjal yang sangat jarang terjamah manusia. Medan yang curam, licin, serta hembusan angin yang kencang menjadi tantangan terbesar bagi para petugas di lapangan.

“Kami melakukan pemadaman secara manual dengan memukul titik api serta menyebarkan tanah. Angin kencang dan banyaknya ranting serta daun pinus kering membuat api sempat menyala kembali meski sudah dipadamkan,” ujar Sururi saat memberikan keterangan.

Setelah berjuang keras selama kurang lebih empat jam, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 16.00 WIB. Berdasarkan pendataan awal, terdapat sekitar delapan titik api yang menyebar di lereng gunung tersebut.

Sementara itu, Kepala Resort Pemangku Hutan (KRPH) Pagergunung, Lukas Munadi, menjelaskan bahwa area yang terdampak kebakaran masuk dalam wilayah administratif Desa Jogoyasan, Kecamatan Ngablak. Secara spesifik, lokasi yang hangus berada di Petak 27 A PRH Pagergunung BKPH Ambarawa KPH Kedu Utara.

“Luas area yang terbakar mencakup Petak 27 A 1 seluas 2,85 hektare dan Petak 27 A 3 seluas 0,82 hektare. Vegetasi yang hangus didominasi oleh tanaman kriyu, ilalang, kaliandra, dan pohon pinus,” jelas Lukas. Meski taksiran kerugian material terbilang kecil yakni sebesar Rp541.500, ancaman terhadap kerusakan ekosistem di kawasan lereng gunung tetap menjadi perhatian serius.

Pihak berwenang mengimbau seluruh warga dan pengunjung untuk selalu meningkatkan kewaspadaan serta menghindari tindakan yang dapat memicu percikan api di sekitar kawasan hutan.

Exit mobile version