Site icon Media KotaKita

Amukan Si Jago Merah di Bontoala Makassar: 37 Rumah Hangus, Ratusan Warga Terdampak

Makassar — Musibah kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat di Jalan Kandea 3 Lorong 2 dan 3, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, pada Senin malam. Amukan si jago merah tersebut menghancurkan puluhan rumah warga serta memaksa ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal dalam sekejap.

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar mencatat sedikitnya 37 unit rumah hangus akibat insiden ini. Kerusakan terbagi menjadi 25 rumah rusak berat, 7 rumah rusak sedang, dan 5 rumah mengalami rusak ringan. Dampak sosial dari bencana ini mencakup 245 warga dari 60 Kepala Keluarga (KK) yang kini membutuhkan bantuan darurat.

Proses pemadaman di lokasi menuntut kerja keras luar biasa dari tim evakuasi. Pemadam Kebakaran Kota Makassar mengerahkan sekitar 40 armada pemadam beserta lebih dari 80 personel gabungan untuk mengendalikan kobaran api. Petugas membutuhkan waktu hampir dua jam untuk menjinakkan si jago merah karena terkendala akses lorong yang sangat sempit dan padatnya kerumunan massa di sekitar titik kejadian.

Mayoritas tempat tinggal yang terbakar merupakan bangunan semi-permanen yang berdiri saling berhimpitan. Kondisi tata ruang permukiman yang terlampau rapat membuat lidah api menjalar dengan sangat cepat dari satu dinding ke dinding lainnya, menyulitkan tim pemadam menjangkau pusat titik api secara maksimal.

Meskipun tidak merenggut korban jiwa, insiden ini mengakibatkan beberapa warga menderita luka-luka akibat terkena serpihan benda tajam saat berupaya menyelamatkan diri dan barang berharga. Para korban luka langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat guna memperoleh perawatan segera.

Sementara itu, pihak Kepolisian Sektor Bontoala mengindikasikan bahwa bencana kebakaran ini diduga kuat berawal dari korsleting listrik di salah satu hunian warga. Hingga saat ini, proses olah tempat kejadian perkara (TKP) serta asesmen lanjutan masih terus berjalan untuk memastikan penyebab utama kejadian sekaligus menyalurkan bantuan logistik bagi para korban.

Exit mobile version