Kisah pilu dialami Ivonne, seorang wanita lansia berusia 70 tahun, yang diduga menjadi korban penyekapan dan perampokan berkedok urusan bisnis di sebuah apartemen mewah di kawasan Serpong, Tangerang Selatan. Peristiwa tragis ini, yang terjadi pada awal Agustus, mengungkap sisi gelap kepercayaan dan bahaya di balik transaksi yang tidak transparan, meninggalkan Ivonne kehilangan mobil, ponsel, serta sejumlah dokumen penting.
Insiden bermula ketika Ivonne memiliki janji bisnis di Jakarta bersama seorang kenalan. Dengan rencana melanjutkan perjalanan ke Bandung keesokan harinya, keduanya memutuskan untuk menginap semalam di sebuah apartemen di Serpong. Namun, kedatangan Ivonne sekitar pukul 20.00 WIB malam itu justru membawanya ke dalam skenario mengerikan. Ia diarahkan menuju unit apartemen di lantai 17, yang belakangan diketahui menjadi lokasi dugaan tindak kriminal tersebut.
Setelah tiba di unit, Ivonne diminta oleh temannya untuk membersihkan diri. Saat ia keluar dari kamar mandi, pemandangan yang menyambutnya adalah ruangan yang kosong. Kenalannya telah menghilang tanpa jejak. Lebih mengejutkan lagi, Ivonne menyadari bahwa sejumlah barang berharganya, termasuk kunci mobil, tas berisi dokumen penting, dan telepon seluler, sudah tidak ada di tempatnya. Kepanikan Ivonne semakin memuncak ketika ia mencoba keluar, namun mendapati pintu unit apartemen telah terkunci rapat dari luar.
Dalam situasi yang mencekam itu, Ivonne tak menyerah. Ia berulang kali mengetuk pintu dan meminta pertolongan. Beruntung, suara ketukan dan teriakan Ivonne didengar oleh petugas keamanan apartemen. Dengan sigap, petugas keamanan datang dan terpaksa mendobrak pintu untuk membebaskan Ivonne yang terperangkap. Ini adalah momen krusial yang mengakhiri dugaan penyekapan, namun tidak mengembalikan kerugian materiil yang dideritanya.
Akibat kejadian ini, Ivonne harus merelakan satu unit mobil, ponsel pintarnya, serta berbagai dokumen berharga lainnya raib digondol pelaku. Dengan hati terpukul, Ivonne segera melaporkan insiden ini ke Polsek Serpong pada Sabtu (8/8). Ia berharap penuh agar pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengembalikan barang-barang miliknya. “Harapan saya pelaku dapat ditangkap dan supaya ini jadi pelajaran buat yang lain. Jangan terlalu percaya, walaupun itu sudah seperti keluarga sendiri,” pesan Ivonne, menyoroti pentingnya kehati-hatian dalam berinteraksi bisnis maupun personal.
Kapolsek Serpong, Kompol Hardono, membenarkan adanya laporan dugaan penyekapan dan perampokan terhadap lansia di salah satu apartemen di wilayahnya. Pihaknya telah memulai penyelidikan intensif, termasuk memeriksa korban untuk mengumpulkan informasi detail dan mengidentifikasi pelaku. “Kami dari pihak Polsek Serpong sudah melakukan pemeriksaan terhadap korban dan mohon doanya untuk segera pelaku dapat kita amankan,” ujarnya, menandakan komitmen aparat dalam mengungkap kasus ini dan membawa pelaku ke meja hukum. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk selalu waspada, terutama dalam interaksi dengan orang yang baru dikenal atau dalam situasi modus bisnis yang melibatkan properti pribadi.
