SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, kembali menegaskan posisi penting Pencak Silat bukan sekadar sebagai seni bela diri, melainkan sebagai warisan budaya agung yang memegang peranan krusial dalam membentuk karakter, menumbuhkan kebersamaan, dan memperkokoh fondasi persatuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan dalam momentum prestisius pembukaan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah di Semarang, baru-baru ini.
Dalam sambutannya yang penuh semangat, Gubernur Luthfi menyoroti bagaimana Pencak Silat telah melampaui fungsinya sebagai olahraga fisik semata. Ia menekankan bahwa melalui setiap gerakan, filosofi, dan tata krama yang diajarkan, Pencak Silat secara inheren membentuk individu yang berintegritas, disiplin, dan memiliki rasa hormat yang tinggi. Aspek-aspek inilah yang menjadi fondasi karakter kuat bagi generasi penerus bangsa.
“Seni bela diri ini adalah permata warisan budaya kita yang tak ternilai harganya. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur yang secara alami akan membentuk karakter yang kuat, membina semangat kerja sama, dan menumbuhkan kebersamaan di antara kita,” ujar Gubernur, disambut antusiasme para peserta Muktamar.
Lebih lanjut, Ahmad Luthfi juga menyoroti relevansi Pencak Silat dalam konteks gaya hidup modern. Di tengah hiruk pikuk kehidupan, praktik Pencak Silat dapat menjadi pilihan ideal untuk menjaga kebugaran fisik dan mental. Aktivitas ini menawarkan kombinasi unik antara latihan fisik yang intens, fokus mental, dan penguasaan teknik, menjadikannya sarana holistik untuk mencapai kesehatan yang optimal. Namun, lebih dari itu, esensi Pencak Silat terletak pada kemampuannya merajut benang-benang persatuan dan kesatuan di tengah keberagaman Indonesia.
Partisipasi dalam komunitas Pencak Silat, seperti Tapak Suci Putera Muhammadiyah, secara otomatis memupuk rasa memiliki, solidaritas, dan identitas kolektif. Ini adalah manifestasi nyata bagaimana budaya dapat menjadi perekat sosial yang ampuh, memperkecil kesenjangan, dan membangun rasa kebangsaan yang lebih mendalam.
Sebagai tuan rumah penyelenggaraan Muktamar XVI Tapak Suci Putera Muhammadiyah, Jawa Tengah menyatakan kebanggaannya. Gubernur Luthfi berharap agar forum permusyawaratan tertinggi organisasi ini dapat menghasilkan keputusan-keputusan strategis dan konstruktif yang tidak hanya bermanfaat bagi kemajuan Tapak Suci, tetapi juga memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan karakter dan persatuan bangsa Indonesia secara luas. Muktamar ini diharapkan menjadi lokomotif inovasi dan pengembangan Pencak Silat sebagai entitas budaya dan sarana pembentukan generasi unggul di masa depan.
