Kabar duka menyelimuti warga Tangerang Selatan menyusul ditemukannya jasad seorang remaja berinisial ANS (13) yang sebelumnya dilaporkan hilang terseret arus Sungai Cisadane. Setelah pencarian intensif selama lebih dari 24 jam, tim SAR gabungan berhasil menemukan jasad korban pada Senin pagi, mengakhiri penantian penuh harap keluarga dengan kenyataan pahit. Penemuan ini menjadi pengingat pilu akan bahaya tersembunyi di balik ketenangan aliran sungai yang seringkali menarik perhatian.
ANS dilaporkan hilang sejak Minggu (26/7) setelah terseret arus kuat saat beraktivitas di sekitar aliran Sungai Cisadane, tepatnya di bawah area Perumahan Pesona Serpong. Insiden tragis ini memicu kekhawatiran mendalam di kalangan keluarga dan masyarakat setempat. Sungai Cisadane, dengan karakteristik arusnya yang bisa berubah-ubah, seringkali menjadi daya tarik bagi anak-anak maupun remaja untuk bermain, namun juga menyimpan potensi bahaya yang tidak boleh diabaikan, terutama saat musim hujan atau debit air tinggi.
Segera setelah laporan kehilangan diterima, Tim Rescue Kantor SAR Jakarta berkoordinasi dengan TNI/Polri dan elemen masyarakat lainnya untuk melancarkan operasi pencarian berskala besar. Kepala Kantor SAR Jakarta, Desiana Kartika Bahari, menjelaskan bahwa tim menggunakan berbagai metode pencarian, mulai dari penyisiran permukaan air menggunakan perahu karet hingga penyelaman di titik-titik yang dicurigai. Kondisi arus sungai yang deras dan visibilitas yang terbatas menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan, namun semangat pantang menyerah tetap berkobar demi menemukan korban secepat mungkin.
Upaya tak kenal lelah tim gabungan yang melibatkan berbagai unsur akhirnya membuahkan hasil, meski dengan kabar yang tidak diharapkan. Jasad ANS ditemukan sekitar pukul 08.30 WIB di bantaran Sungai Cisadane, sekitar 400 meter dari lokasi awal korban terseret. Penemuan ini menjadi titik akhir dari operasi pencarian yang melelahkan, sekaligus awal dari proses duka bagi keluarga yang ditinggalkan. Lokasi penemuan yang cukup jauh dari titik awal mengindikasikan kuatnya arus sungai pada saat kejadian yang mampu menyeret tubuh korban hingga beberapa ratus meter.
Setelah ditemukan, jasad korban segera dievakuasi oleh tim menggunakan ambulans menuju rumah duka. Proses serah terima kepada pihak keluarga di Setu, Kota Tangerang Selatan, berlangsung dalam suasana haru dan duka mendalam. Pihak berwenang dan tim SAR menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga ANS, sembari mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap anak-anak saat bermain di dekat perairan, terutama sungai yang arusnya bisa sangat mematikan.
Tragedi ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak tentang pentingnya edukasi keselamatan air dan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar. Sungai, meskipun indah, dapat menyimpan bahaya tak terduga yang sewaktu-waktu dapat mengancam keselamatan. Masyarakat diimbau untuk selalu berhati-hati dan memastikan anak-anak tidak bermain di area yang berisiko tinggi tanpa pengawasan orang dewasa. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi cobaan berat ini.

