Sebuah kisah pilu sekaligus mukjizat datang dari perairan Sulawesi Selatan. Dua penumpang kapal motor KM Nurul Salsa yang sempat dinyatakan hilang setelah kapal mereka karam di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat. Namun, keajaiban ini menyisakan duka mendalam karena tiga rekan mereka dilaporkan meninggal dunia setelah berjuang bertahan hidup di tengah lautan luas selama lima hari.
Kedua korban selamat, yakni Asmal (24) dan Nurmiati (46), ditemukan terombang-ambing di atas sebuah styrofoam (gabus) darurat dengan mengenakan jaket pelampung. Upaya penyelamatan dramatis ini dilakukan oleh kru kapal nelayan KM Bari-Baria 05 asal Kabupaten Pangkep di sekitar perairan Pulau Sanipa, Kepulauan Sabalana.
Kapolres Kepulauan Selayar, AKBP Didid Imawan, mengonfirmasi bahwa setelah dievakuasi, kedua korban langsung dilarikan ke Pulau Matala’ang, Desa Sabalana, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, untuk mendapatkan perawatan medis intensif karena kondisi fisik mereka yang sangat lemah.
Berdasarkan kesaksian awal para penyintas, awalnya ada lima orang yang berhasil menyelamatkan diri dan bertahan di atas gabus tersebut. Namun, kerasnya hantaman ombak, dehidrasi, dan paparan cuaca ekstrem selama lima hari membuat tiga penumpang lainnya tidak mampu bertahan dan mengembuskan napas terakhir di tengah laut.
Dalam kondisi yang sangat memprihatinkan dan terdesak, kedua korban selamat terpaksa melepaskan jasad ketiga rekannya ke laut karena jenazah sudah mulai membusuk. Identitas ketiga korban yang meninggal dunia hingga saat ini masih misterius dan akan diselidiki lebih lanjut oleh pihak berwenang setelah kondisi psikologis dan fisik korban selamat stabil.
Pihak Kepolisian Resor Kepulauan Selayar kini tengah berkoordinasi erat dengan Polres Pangkep serta tim SAR gabungan. Penemuan kedua korban di lokasi yang cukup jauh dari titik awal kecelakaan menjadi petunjuk krusial untuk memperluas radius pencarian korban lainnya yang masih dinyatakan hilang.
