Sebah insiden mencekam mengguncang kawasan wisata Canggu, Bali. Aksi penembakan brutal terjadi di Bar The Shady Pig, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, yang mengakibatkan dua orang terluka parah. Beruntung, pelarian pelaku berinisial H tidak berlangsung lama. Aparat kepolisian berhasil meringkus terduga pelaku sesaat setelah ia mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.
Peristiwa menegangkan ini bermula pada Jumat dini hari sekitar pukul 02.50 WITA. Berdasarkan informasi yang dihimpun, keributan diawali oleh percekcokan mulut antara pelaku H dengan seorang warga negara asing (WNA) asal China berinisial EA (25). Melihat situasi yang memanas, seorang petugas keamanan bar bernama IMYM (32) berinisiatif melerai pertikaian tersebut dengan berdiri tepat di depan EA.
Nahas, tindakan heroik sang sekuriti justru berujung petaka. Pelaku H yang tersulut emosi langsung melepaskan tembakan dari senjata api yang dibawanya. Peluru panas tersebut menembus tubuh IMYM dan langsung mengenai EA yang berdiri tepat di belakangnya. Akibatnya, proyektil senjata api tersebut tembus dan bersarang di paha korban WNA.
Pjs. Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, mengonfirmasi kejadian tragis ini. Kasus ini kini tengah ditangani secara serius sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan berat menggunakan senjata api. Kedua korban saat ini masih mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit setempat akibat luka tembak tersebut.
Setelah melakukan aksi koboinya, pelaku sempat bersembunyi di Bali sebelum akhirnya nekat terbang menuju Jakarta melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Namun, langkah pelariannya terhenti berkat respons cepat tim gabungan dari Polres Badung, Polsek Kuta Utara, Polda Metro Jaya, Polres Bandara Soetta, serta pihak Imigrasi.
Pelaku H ditangkap pada Sabtu malam dan langsung diterbangkan kembali ke Bali untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba, menyatakan bahwa pelaku kini tengah menjalani pemeriksaan mendalam di Polres Badung guna mengungkap motif di balik penembakan brutal tersebut.
